Tuesday, April 26, 2011

Sejarah ---> Bab 4. Kehidupan awal masyarakat indonesia

Bagan:




A. KEHIDUPAN MASYARAKAT BERBURU DAN MENGUMPULKAN MAKANAN


1. Lingkungan alam kehidupan
  • Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan, manusia tinggal di alam terbuka seperti hutan, di tepi sungai, di gunung, di goa dan di lembah lembah. 
  • Belum stabil & masih liar
  • Binatang buas menjadi penghalang bagi manusia untuk melaksanakan kehidupannya, sehingga manusia melakukan perjalanannya cenderung melalui atau menyusuri tepi tepi sungai. lalu mulai timbul pemikiran untuk membuat rakit rakit, bahkan pada masa selanjutnya mereka dapat menciptakan perahu sebagai sarana perjalanan untuk melalui sungai.
2. Kehidupan Sosial
  • Mulai mengenal kelompok, per kelompok biasanya berjumlah 10 - 15 orang, memiliki pemimpin kelompok.
  • Hidup berpindah pindah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
  • Mengandalkan apa yg mereka temukan di hutan, dan setelah persediaan dalam hutan habis, maka mereka akan berburu ke tempat lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
  • Bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan hidupnya serta mempertahankan kelompok dari serangan kelompok lain atau binatang buas.
  • Pembagian tugas kerja; Laki laki > berburu; Perempuan memelihara anak & mengumpulkan makanan.
3. Kehidupan budaya
  • Manusia memilih goa-goa sebagai tempat tinggalnya, dan disini mereka mulai tumbuh dan berkembang. Mulai membuat alat alat berburu, alat pemotong, alat pengeruk tanah, dll. Pembuat alat alat tersebut adalah Pithecanthropus & kebudayaannya disebut tradisi paleolitikum (batu tua). Banyak juga di temukan di kali baksoka kabupaten pacitan jawa timur, kemudian disebut kebudayaan pacitan. Penelitian dilakukan oleh H.R. van Heekeren, besuki, dan R.P soejono (1953 - 1954). kebudayaan pacitan dikenal sebagai tngkat prkembangan budaya batu paling awal di indonesia & paling banyak jumlahnya.
  • pnemuan sejenis di jampang kulon (sukabumi) yg diteliti ileh D. erdbrink di gombong, perigi, dan tambang sawah (bengkulu) diteliti oleh J.H houbalt, di lahat, kalianda (sumsel), sembiran trunyan (bali), wangka, meumere (flores), timor timur, awang bangkal ( kaltim) cabbenge (sulsel).
  • Benda hasil kebudayaan zaman tersebut:

  1. Kapak perimbas: tidak memiliki tangkai. digunakan dgn cara digenggam. penelitian dilakukan di daerah punung (kab. pacitan) oleh von kenigswald 1935. ditemukan pula di sukabumi, ciamis, gombong, bengkulu, lahat sumatra, bali, flores & timor. dibuat oleh phitecanthropus erectus. temoat penemuannya di pakistan, myanmar, mayasia, china, thailand, filipina, dan vietnam.
  2. Kapak penetak: memiliki bntuk yg hmpir sama dgn kapak perimbas. lebih besar drpada perimbas & pembuatannya masih kasar. berfungsi untuk membelah kayu, pohon, bambu atau disesuaikan dgn kebutuhannya. ditemukan hampir diseluruh wilayah indonesia.
  3. Kapak genggam: hampir sama dgn perimbas & penetak, hanya lebih kecil. masih sangat sederhana & belum diasah. ditemukan hampir diseluruh wilayah indonesia. caranga genggam ujungnya yg lebih kecil.
  4. pahat genggam: lebih kecil dari kapak genggam. berfungsi untuk menggembungkan tanah. untuk mencari ubi"an yg dapat dimakan.
  5. Alat serpih: sangat sederhana, diduga sbg pisau, gurdi, alat penusuk. ditemukan oleh von kenigswald th 1934 di sangiran (kab. surakarta) ditempat lain contohnya: cabbenge, maumere, timor. alat" serpih sgt kecil dam berukuran antara 10-20cm, ditemukan di goa-goa tmpta mereka tinggal wkt itu.
  6. alat alat dari tulang: terbuat dr tulang binatang buruan. hasil: pisau, belati, mata tombak, mata panah, dll.
4. Kehidupan ekonomi masyarakat
  • Saling memenuhi kebutuhan hidupannya pada saat proses bersosialisasi.
5. Kehidupan kepercayaan masyarakat
  • telah dapat mempergunakan akal pikirannya, walaupun hanya hal hal tertentu saja.
  • dgn adanya pelaksanaan penguburan terhadap org yg meninggal , tlh mnjadi salah satu indikasi awal munculnya kepercayaan manusia purba pada massa berburu dan mengumpulakn makanan.


A. KEHIDUPAN MASYARAKAT BETERNAK DAN BERCOCOK TANAM

1. Lingkungan alam kehidupan
  • Kemampuan berfikir manusia untuk mempertahankan kehidupannya, mulai berkembang. Hal ini, mengakibatkan munculnya kelompok-kelomok manusia dalam jumlah yang lebih banyak serta menetap di suatu tempat. Hal ini berawal dari upaya manusia untuk menyiapkan persediaan bahan makanan yang cukup dalam suatu masa tertentu dan tidak perlu mengembara lagi untuk mencari makanan.
    Dalam kehidupan menetap itu, manusia mulai hidup dari hasil bercocok tanam dgn menanam jenis jenis tanaman yg emuula tumbuh liar utk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Di samping itu, mereka mulai menjinakkan hewan-hewan yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya seperti, kuda, anjing, kerbau, sapi, dan babi. Dari pola kehidupan ini, manusia dapat menguasai alam lingkungannya beserta isinya.
    Kehidupan bercocok tanam yang pertama kali dikenal oleh manusia adalah berhumah. Berhumah adalah teknik bercocok tanam dengan cara membersihkan hutan dan menanaminya. Oleh karena itu, manusia mulai menerapkan kehidupan bercocok tanam pada
    tanah-tanah persawahan.
    Kehidupan menetap yg dipilih oleh manusia pada masa lampau itu merupakan titik awal dari perkembangan kehidupan manusia untuk mencapai kemajuan.
2. Kehidupan Sosial
  • Kehidupan masyarakat pada masa itu, mengalami peningkatan yang cukup pesat. Masyarakatnya sudah memiliki tempat tinggal yang tetap. Hal ini dimaksudkan agar hubungan antar manusia dalam kelompok masyarakatnya semakin erat.
    Kehidupan sosial yang dilakukan oleh masyarakat pada masa itu, melalui cara bekerja dengan bergotong- royong. Cara hidup bergotong- royong itu, merupakan salah satu ciri masyarakat yang bersifat agraris. Terdapat juga beberapa orang yg enggan melaksanakan kehidupan bergotong royong, dan biasanya mendapatkan sanksi dari anggota masyarakat lainnya, yg kebanyakan lebih bersifat sanksi moral (sedikit anggota masyarakat yg mau membantunya saat dia sedang membutuhkan bantuan; dikucilkan dari pergaulan masyarakat bersangkutan).
    Dalam perkembangannya, pola hidup menetap telah membuat hubungan social masyarakat terjalin dan terorganisasi dengan lebih baik. Dalam perkumpulan masyarakat, terdapat satu pemimpin yang disebut dengan kepala suku, sosok kepala suku merupakan sosok yang sangat dipercaya dan ditaati untuk memimpin sebuah kelompok masyarakat.
3. Kehidupan ekonomi masyarakat
  • Pada masa itu, kebutuhan hidup masyarakan semakin bertambah, namun tidak ada satu anggota masyarakat pun yang dapat memenuhi kebituhan hidupnya sendiri. Oleh karena itu, mereka menjalin hubungan yang lebih erat dengan masyarakat diluar daerah tempat tinggalnya. Pertukaran barang dengan barang lain (barter), menjadi awal munculnya system perdagangan atau perekonomian dalam masyarakat.
    Dengan berkembangnya system perekonomian, maka untuk memperlancar perdagangan, dibutuhkan suatu tempat khusus untuk tempat pertemuan antara penjual dan pembeli yang disebut pasar.
4. Sistem kepercayaan masyarakat
  • Perkembangan system kepercayaan masyarakat pada masa itu, merupakan kelanjutan dari kepercayaan kehidupan masyarakat berburu dan mengumpulkan makanan. Bahkan mereka telah mempunyai konsep tentang apa yang terjadi dengan seseorang yang telah meninggal. Mereka percaya bahwa orang-orang yang meninggal rohnya pergi ke satu tempat yang tidak jauh dari tempt tinggalnya atau roh yang telah meninggal itu, sewaktu-waktu dapat dipanggil untuk dimintai batuannya dalam kasus tertentu.
    Inti kepercayaan ini, berkembang dari zaman ke zaman. penghormatan dan pemujaan kepada roh nenek moyang merupakan suatu kepercayaan yang berkembang di seluruh dunia. Hal ini muncul dari anggapan masyarakat bahwa roh tersebut ada tempat yang lebih tinggi. Untuk menelurusi kepercayaan tsb, para ahli mengadakan penelitian pd berbagai bngunan megalitikum/ kuburan manusia yg berasal dr masa itu.
    Berdasarkan kepercayaan itu, seorang kepala suku memilki kekuasaan penuh terhadap kelompoknya.
5. Kehidupan budaya
  • Perkembangan budaya pada masa itu, semakin pesat , Karena manusia dapat mengembangkan dirinya untuk menciptakan kebudayaan yang lebih baik.
    Hasil-hasil kebudayaan masyarakat pada masa kehidupan bercocok tanam adalah sebagai berikut :
       ◘   Beliung persegi, yang diduga sebagai benda upacara. di indonesia, benda ini ditemukan dalam jumlah yg cukup besar *Sumatra, jawa, kalimantan, sulawesi, nusa tenggara | semenanjung melayu, asia tenggara*
       ◘  Kapak lonjong, dengan garis yang penampangnya memperlihatkan sebuah bidang yang berbentuk lonjong, berukuran besar dan kecil, terbuat dr batu kali yg berwarna hitam, dibuat dgn cara diupan sampai halus. *Maluku, papua, sebagian sulut | kepulauan filipina, taiwan, china*
       ◘  Mata panah, merupakan perlengkapan berburu untuk menangkap ikan, bergerigi sprt mata gergaji dn umumnya dibuat dr tulang. ditemukan di goa goa, masih digunakan oleh para pnduduk asli papua.
       ◘  Gerabah, terbuat dari tanah liat yang dibakar, sebagai tempat untuk menyimpan benda-benda perhiasan.
6. Perhiasan
  • Pada masa itu, telah dikenal berbagai bentuk perhiasan. Bahan dasar pembuatan perhiasan diambil dari bahan-bahan yang ada disekitar lingkungan tempat tinggalnya. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat perhiasan seperti, tanah liat, batu kalsedon, yaspur, dan agat. Dari bahan-bahan itulah masyarakat membuat berbagai bentuk perhiasan yang diinginkannya seperti kalung, gelang, dll. Namun, demikian sangat sulit untuk menemukan perhiasan dari tanah liat karena perhiasan itu telah menyatu kembali ke dalam tanah.
  • Bangunan megalitikum:
       
     Menhir (batu tegak): tugu batu tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang. *sumatera, sulteng, kalimantan*. tinggi: 125 cm, gagang pedang merupakan tanda kubur.
       
     Waruga: kubur batu yg berbentuk kubus atau bulat. *Sulteng dan utara* tinggi 125cm, lebar 58 cm, berpola 3 buah muka manusia.
       
     Dolmen: meja batu tempat meletakkan sesaji yg dipersembahkan kepada roh nenek  moyang, dibawahnya biasanya sering ditemukan kubur batu. panjang 325 cm, lebar 145 cm, tinggi 115cm.

C. PERKEMBANGAN TEKNOLOGI MASYARAKAT AWAL INDONESIA

1. Keadaan alam lingkungan kehidupan manusia

  • Dalam kehidupan menetap manusia sudah dapat menghasilkan kebutuhannya sendiri, meskipun tidak seluruhnya. Pengenalan teknologi pada masa itu terlihat jelas pada teknik pembuatan tempat tinggal atau peralatan-peralatan yang mereka gunakan untuk membantu upaya memenuhi kebutuhan hidupnya. Ketika manusia mulai mengenal logam, manusia telah dapat menggunakan peralatan yang terbuat dari logam, seperti peralatan rumah tangga, pertanian, berburu, berkebun, dll. Tetapi dengan meluasnya penggunaan peralatan yang terbuat dari logam, peralatan tersebut dibuat oleh orang yang ahli dibidangnya yang disebut undagi dan tempat pembuatan alat tersebut disebut perundagian. Dalam perkembangan teknologi awal ini, masyarakat Indonesia juga mulai mengenal benda-benda yang terbuat dari logam dan perunggu. Hal ini terbukti karena ditemukannya benda-benda dari perunggu di beberapa wilayah di Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa seiring dengan mulai dikenalnya logam, pola pikir dan teknologi manusia berkembang.
2. Kehidupan sosial ekonomi masyarakat
  • Kehidupan pada masa manusia telah mengenal logam disebut masa perundagian
  • Masa perundagian juga menjadi dasar bertumbuh kembangnya kerajaan2 di Indonesia
  • Berbagai macam benda yg memiliki nilai seni menunjukkan,masyarakat pd jaman itu mempunyai selera yang tinggi dan makmur
  • Kemakmuran masyarakat diketahui melalui perkembangan teknk pertanian
  • Masyarakat pd jaman itu sdh mengenal bercocok tanam di sawah
3.Kehidupan Budaya Masyarakat

    Benda2 peninggalan bangsa Indonesia pd masa logam ialah:
      a.Nekara Perunggu

  • Sebuah benda kebudayaan yg terbuat dari perunggu
  • Bentuknya seperti sebuah dandang yang tertelungkup
  • Berfungsi sebagai pelengkap upacara u/ memohon turunya hujan & sebagai genderang perang
  • Banyak ditemukan pada daerah Inndonesia Timur,NTT,Maluku,Selayar Papua
      b. Bejana Perunggu
  • Bentuknya mirip gitar Spanyol tapi tanpa tangakai
      c. Kapak Perunggu
  • Mempunyai bentuk yg beraneka ragam
  • Pola hiasan berupa topang mata dan pola geometri
      d. Arca Perunggu
  • Mempunyai bentuk yg bermacam-macam
      e. Perhiasaan
  • Biasa ditemukan sebagai bekal kubur

D.SISTIM KEPERCAYAAN AWAL MASYARAKAT INDONESIA
  
1.Kepercayaan Terhadap Nenek Moyang

  • Orang mulai memiliki suatu pandangan bahwa hidup setelah org itu meninggal
  • Orang yang meninggal dianggap pergi ke tempat yg lbh baek
  • Masyarakat pd masa bercocok tanam sudah menghormati org yg meninggal
  • Pemberian bekal kubur dimaksudkan sebagai bekal menuju ke alam lain
 2.Kepercayaan Bersifat Animisme
  • Animisme ialah suatu kepercayaan masyarakat terhadap suatu benda yg dianggap memiliki roh/tdk
  • Awal muncul dimulai dari  berbagai pengalaman masyarakat yg bersangkutan
  3.Kepercayaan Bersifat Dinamisme
  • Dinamisme ialah kepercayaan bahwa semua benda memiliki kekuatan gaib
  • Perkembangnya didasari oleh pengalaman masyarakat yang bersangkutan

  4.Kepercayaan Bersifat Monoisme
  • Kepercayaan ini ialah kepercayaan terhadap Allah SWT
  • Muncul berdasrkan pengalaman2 dari masyarakat
    

1 comment:

  1. ===========
    ===========
    thanks, atas infonya :)
    ===========
    kalau ada waktu, mampir di blog ku :
    www.sonysetiawan65.blogspot.com
    ===========
    @m_soni_setiawan

    ReplyDelete

About Me

My Photo
We sell woman's clothings and accesories, nail skin, and guard skin. ❤ High Quality ☆ ❤ Cheap Price $ ❤ Trusted Seller ♉ ❤ Fast and Friendly Response ☮ RESELLER ARE VERY WELCOME! :D ღ HAPPY SHOPPING!! ღ

Followers